Selasa, 21 Juli 2015

Laporan Hasil Praktikum Asam Basa

HALOHAA!

Ini hasil praktikkum kelompok 3 :)
Semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan. Jangan asal di copy paste yap! Coba di ptraktekkan dulu. Soalnya, mungkin bahan yang digunakan oleh teman-teman di laboratorium berbeda yang kami gunakan. Mungkin PH dari masing-masing bahan berbeda sehingga warna indikator berubah.

Btw, believe in me deh! praktikum itu mengasyikan. Bisa berlagak sok kayak peneliti dengan jas lab sambil ketawa gagah-gagahan itu, something differentnya anak IPA deh!. Never forgetlah bagian pura-pura serius netesin cairan ke plat tetes biar pas difoto hasilnya sok candid! buakakaka :D ntar kalo masa SMAnya kelar kan bisa jadi kenangan yang gak terlupakan.

SALAM MASA PUTIH ABU DARI XI MIA 3 ~
SMA NEGERI 3 KUPANG #SMANTIG'13



LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

A.    Judul
Pengujian Larutan dengan Indikator.

B.     Tujuan
Menguji sifat larutan indikator.

C.    Alat dan Bahan

Gambar 1
Alat dan Bahan Praktikum
1.      Plat tetes
2.      Pipet tetes
3.      Kertas lakmus merah dan biru
4.      Larutan cuka
5.      Aquades
6.      Air kapur
7.      Alkohol
8.      Air jeruk
9.      Air sabun
10.  Larutan gula
11.  Larutan Amoniak
12.  Larutan asam klorida
13.  Larutan natrium hidroksida
14.  Larutan natrium klorida

D.    Cara Kerja
1.      Pengujian dengan kertas lakmus
a.       Meneteskan aquades pada kertas lakmus merah dan biru
b.      Mengamati perubahan yang terjadi pada lakmus
c.       Menggunakan cara yang sama untuk menguji larutan cuka dan air kapur


Larutan
Perubahan Warna
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Air Suling
Merah
Biru
Larutan Cuka
Merah
Merah
Air Kapur
Biru
Merah

Gambar 2
Larutan dalam Gelas Kimia

2.      Menguji larutan lain dengan cara yang sama, kemudian menyatakan larutan bersifat asam seperti larutan cuka, basa seperti air kapur, ataupun netral seperti air suling.



No
Larutan
Perubahan Warna
Sifat Larutan
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Asam
Basa
Netral
1
Gula
Merah
Biru


2
Amoniak
Merah
Biru


3
Asam Klorida
Merah
Merah


4
Natrium Hidroksida
Biru
Biru


5
Natrium Klorida
Merah
Biru


6
Amonium Klorida
Merah
Biru


7
Air Jeruk
Merah
Merah


8
Air Sabun
Biru
Biru


9
Alkohol
Biru
Merah



E.     Dasar Materi
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Rasa pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa.
Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Untuk mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman dapat dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna.

1.      Asam

Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan  melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).
Tabel beberapa contoh asam
Tabel Asam Kehidupan Sehari-hari

Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam.Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia.

Buah yang bersifat Asam


2.Basa

Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa.
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.
Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
Tabel beberapa contoh Basa
Tabel Basa Kehidupan Sehari-hari
Perbedaan Sifat Asam dan Basa
Perbedaan Sifat Asam Basa
3. Garam
Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl).
Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.

H+ (aq) + OH- (aq) —> H2O (ℓ)
Asam       Basa               Air

Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa.
Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH,
Ca(OH)2 termasuk basa kuat.
Tabel beberapa contoh garam
Tabel Garam Kehidupan Sehari-hari





F.     Pertanyaan
1.      Larutan manakah yang mengubah warna lakmus merah menjadi biru?
Jawab: Air kapur, Air sabun dan Natrium Hidroksida.

2.      .Larutan manakah yang mengubah lakmus biru menjadi merah?
Jawab: Larutan cuka, Asam klorida dan Air jeruk.

3.      Larutan manakah yang tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru?
Jawab: Air suling, Gula, Amoniak, Natrium klorida, Amonium klorida, dan Etanol.

4.      Sebutkan larutan manakah yang bersifat asam, basa, atau netral.
Jawab:
a.       Asam
-          Larutan cuka
-          Asam klorida
-          Air jeruk
b.      Basa
-          Air kapur
-          Air sabun
-          Natrium hidroksida
c.       Netral
-          Air suling
-          Gula
-          Amoniak
-          Natrium klorida
-          Etanol


Kurang jelas?
Bisa comment dan puji Tuhan balasnya cepat!

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com